Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend

Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend +62-81-2939-12345

Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend +62-81-2939-12345

Tuesday, November 17, 2020

Segar Dewata Bali teruji Bakar Lemak !

 

Masa Pandemi Corona, berat badan juga harus dikendalikan. Tidak hanya berat badan yang turun, kesehatan pun meningkat dengan menjaga kebersihan racun yang diserap tubuh dalam proses kimia selama menjalani aktifitas bertahan hidup.

Teman-teman, silahkan dipesan #SegarDewata jamu teh organik / herbal organic detox drink.

Mr. Sastra +62-81-2939-12345

Jamu Segar Dewata teruji baik secara alamiah maupun klinis dalam mengembalikan metabolisme tubuh agar tetap semangat menyambut hari-hari.

Jantung sehat, Hati dibersihkan, Cara Kerja Alami Usus dalam perut dikembalikan seperti Saat Balita, Panjang umur, Pikiran tenang, Ide pun muncul dengan cemerlang mengais rejeki.

#SalamSehat 







Monday, November 9, 2020

Upgrade Your Speaking Skills

 

Your ability to read people on sight will affect how you deal with them. Thus, the more accurately you read them, the more effective your communication will be. So, if you want to read people, you need to pay attention to everything. From someone’s eye contact to their smile, from their head movements to their posture, down to their shoes.

More advice ?
https://wa.me/6281293912345

Messenger chat
https://m.me/IGP.Sastrawan

Available for a Tea Time or Coffee Time Consultancy🙏❤️

#baliboudoir #sastrawan_bali #epic #ilmukomunikasi #komunikasi #dealing #pitching #lobby #communication #verbal #howtotalk #letstalk


While reading people or their body language isn’t easy, if you can do it, it’s a great skill to have. Of course, everyone is different, so your interpretation of them may or may not always be accurate. But, if you want to know more about how to read anyone instantly, definitely talk to Sastra. 




Sunday, November 8, 2020

Jauhi Provokasi Berkedok Keyakinan Kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyanyang.

 Bhagawad Gita IX.25


यान्ति देवव्रता देवान्पितृन्यान्ति पितृव्रताः ।


भूतानि यान्ति भूतेज्या यान्ति मद्याजिनोऽपि माम् ॥


yānti devavratā devānpitṛnyānti pitṛvratāḥ,


bhūtāni yānti bhūtejyā yānti madyājino’pi mām.


BG 9.25


They who worship the gods go to the gods, to the (divinised) Ancestors go the Ancestor-worshippers, to elemental spirits go those who sacrifice to elemental spirits; but My worshippers come to Me (Aurobindo, 1995:52).


Bhagavadgita 9.25 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)


Sangksepanika ling mami, ikang amuja dewata, mulih mareng dewata, mulih mareng pitra tikang amuja ring pitra, mulih ring bhuta loka sang amuja ring Bhuta, kunang ikang amuje ryaku teke ryaku niyatanika.


 


Bhagavadgita IX.25 dalam bahasa Bali


Cutetipun rawos beline, punika sang ngastawa dewa, mantuk punika ring dewata, mantuk ngungsi ka pitra loka punika sang ngastawa ring pitra, mantuk kabhutaloka sang ngastawa ring bhuta, nanging punika sang ngastawa ring beli rawuh ring beli kasinahannya punika (Menaka, 1990:181).


Arti Sloka Bhagavad Gita 9.25


Para pemuja dewa akan pergi kepada para dewa, para pemuja leluhur akan menghadap leluhur, para pemuja roh alam akan bertemu dengan roh alam, tapi mereka yang memuja-KU akan datang kepada-KU (Radhakrishnan, 1971:248).


Arti Sloka BG IX.25 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:yanti, Artinya: pergi;deva vrata, Artinya: penyembah dewa;devan, Artinya: kepada para dewa;pitrn, Artinya: kepada para leluhur;pitr vratah, Artinya: para penyembah leluhur;bhutani, Artinya: kepada para hantu dan roh-roh halus (gaib);bhutejya, Artinya: para penyembah roh-roh halus dan hantu-hantu (gaib);mad, Artinya: milik-Ku;yajino, Artinya: para penyembah;pi, Artinya: tetapi;mam, Artinya: kepada-Ku.


 


Penjelasan Bhagawad Gita 9.25


Dijelaskan dan ditegaskan sekali lagi oleh Sang Kresna secara bebas dan amat demokratis tujuan pemujaan para pemuja yang bebas memuja. Silahkan dengan demikian menentukan pilihan, karena Yang Maha Esa sudah jelas sabda-sabdaNya.


Kalau seseorang ingin pergi ke bulan, matahari, atau planet lain, ia dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengikuti prinsip-prinsip Veda tertentu yang dianjurkan untuk mencapai tujuan tertentu itu. Dalam sloka ini dijelaskan oleh Sang Kresna bahwasanya ada tiga macam kekeliruan yang umumnya dilakuakn oleh seorang yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Brahman (ini adalah karakteristik diseluruh dunia), yaitu


pemujaan terhadap dewa-dewa saja,pemujaan terhadap leluhur (nenek-moyang) yang telah meninggal dunia saja,tiga pemujaan kepada jiwa atau roh suci ataupun sesuatu yang ada dalam alam ini saja.


Memang sebenarnya ketiga pemujaan tersebut diatas tidaklah salah, sebab setiap pemujaan (apapun bentuk dan tujuannya) akan mendatangkan pahala. Pemujaan berkualitas rendah akan menghantarkan pahala kualitas rendah pula. disamping itu, pemujaan berkualitas tinggi akan menghantarkan kita pada kualitas yang tinggi. Semua pemujaan yang sungguh-sungguh merupakan upaya mencari Tuhan (Brahman), karena semua ini adalah Brahman, semua ini adalah Purusa.


* Mereka yang memuja Dewa (ketika kita memuja Dewa), maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para dewata, serta akan mendapat anugrah perlindungan dari para Dewa. 


* Mereka yang memuja Leluhur, maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para leluhur, serta mendapat anugrah dan dikasihi oleh para leluhur. 


* Mereka yang memuja roh alam, maka kosentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para roh alam, serta akan mendapat pahala keselamatan, kemakmuran dan kesuburan dari roh alam. 


* Mereka yang memuja Brahman / Ida Sanghyang Widhi Wasa, maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada Brahman, lalu akan mendapat anugrah dari Brahman.


Artinya bahwa pemujaan kepada Leluhur, Roh Alam, Bhatara, dan Dewa semuanya “BERPAHALA” dan mendapat “ANUGRAH”. Selanjutnya memuja Ida Sanghyang Widhi sebagai tujuan akhir yang utama yakni *mokshartam jagadhita ya ca iti dharma*. 


Namun, ada kelompok-kelompok yang berupaya mempropaganda, dengan mengatakan pemujaan ini salah dan itu yang benar, dipandang keliru sebab tidak mencapai tujuannya yang sesungguhnya dan yang tertinggi. Dengan perkataan lain, pemujaan yang terbatas (kepada dewa-dewa atau leluhur dan sesuatu gaib saja) menghasilkan anugerah terbatas pula. Mereka belum paham bahwa semua adalah wujud dari Tuhan. Karenanya, Sang Kresna memberikan kalimat sederhana sebagai nasehat kepada kita semua: Pujalah Brahman!


Aplikasinya, Umat Gamabali melaksanakan sloka ini dengan jalan kramaning sembah


I Sembah tanpa sarana :


Om àtmà tattwàtmà sùddha màm swàha


Artinya: Oh Hyang Widhi, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah diri hamba...


Kramaning Sembah II dengan sekar putih :

Om Adityasyà param jyoti

rakta tejo namo’stute

sweta pankaja madhyastha

bhàskaràya namo’stute


Artinya:

Oh Hyang Widhi, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja-Mu. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja-Mu yang menciptakan sinar matahari berkilauan.


Kramaning Sembah III dengan kewangen atau sekar kangkad :

Om nama dewa adhisthanàya

sarwa wyapi wai siwàya

padmàsana eka pratisthàya

ardhanareswaryai namo namah


Artinya: Oh Hyang Widhi, yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.


Kramaning Sembah IV dengan kewangen atau sekar kangkad :


Om anugraha manoharam

dewa dattà nugrahaka

arcanam sarwà pùjanam

namah sarwà nugrahaka

Dewa-dewi mahàsiddhi

yajñanya nirmalàtmaka

laksmi siddhisca dirghàyuh

nirwighna sukha wrddisca


Artinya: Oh Hyang Widhi, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan dari segala pujaan, hamba memuja-Mu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian dari para Dewa dan Dewi berwujud yadnya suci. kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.


Kramaning Sembah V tanpa sarana :


Om Dewa suksma paramà cintyàya nama swàha. Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om


Artinya: Oh Hyang Widhi, hamba memuja-Mu yang tidak terpikirkan. Semoga damai, damai, damai selalu...


Puja untuk Pura Paibon, Pura Kawitan dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om Brahmà Wisnu Iswara dewam

Tripurusa suddhàtmakam

Tridewa trimurti lokam

sarwa wighna winasanam


Artinya:

Oh Hyang Widhi, dalam wujud-Mu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana.


Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Desa dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om Isanah sarwa widyànàm

Iswarah sarwa bhùtànàm,

Brahmano' dhipatir brahmà

Sivostu sadàsiwa


Artinya :

Oh Hyang Widhi, Hyang Tunggal, Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku Siwa dan Sadasiwa.


Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Puseh dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om, Girimurti mahàwiryyam,

Mahàdewa pratistha linggam,

sarwadewa pranamyanam

Sarwa jagat pratisthanam


Artinya: Oh Hyang Widhi, disebut Girimurti Yang Maha Agung, dengan lingga yang jadi stana Mahadewa, semua dewa tunduk pada-Mu.


Puja untuk Dewi Saraswati dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad, silakan baca comment pertama.

*Catatan : Puja dapat dipilih satu sloka atau digabung dari beberapa sloka, kecuali sloka yang terakhir untuk penutup.


Om Saraswati namostubhyam

Warade kama rupini

Sidhir astu karaksami

Sidhir bhawantu sadham


Om Pranamya sarwa dewanca

Paramãtma nama wanca

Rupa sidhi karoksabet

Saraswati nama myaham


Om padma patram wimalaksmi

Padma kçara nandini

Nityam padma laya dewi

Tubhyam namah Saraswati


Om Brahma putri maha dewi

Brahmanye Brahma nandini

Saraswati sajňna yani

Praya naya Saraswati


Om kawyam wyakaranam tarkham

Weda çastram puranakam

Kalpa sidhini tantrani

Twam prasadat karoksabet


Om sulabha twam swara mantra

Irabheyam phalakam param

Sarwa kleça winaçanam

Santhi twam sanggatot manam


Om atheni rasa hasranam

Sarwa roga winaçanam

Twam mama sarwa sidhyantu

Sarwa karya prasidhyaye


Om Sang Saraswati sweta warna ya namah swaha

Om Bang Saraswati rakta warna ya namah swaha

Om Tang Saraswati pita warna ya namah swaha

Om Ang Saraswati kresna warna ya namah swaha

Om Ing Saraswati wiçwa warna ya namah swaha


Om sukham bhawantu, purnam bhawantu, çryam bhawantu

Om Sidhirastu tat astu astu swaha

Om Saraswati dipata ya namah


 Artinya :


Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pujaan kami

Yang berwajah cantik, indah benderang

Berkuasa mempengaruhi kami

Selalu berkuasa pada serba dunia


Oh Sang Hyang Saraswati, yang dihormati oleh semua dewa dewi

Karena engkau adalah brahman yang dimuliakan

Merupakan wujud yang kuasa

Kami muliakan Engkau dengan gelar Saraswati


Oh Sang Hyang Saraswati, Engkau suci bersih bagai daun bunga teratai

Berambut indah bagai sari bunga teratai

Selalu ada di sekitar padma

Patut dihormati sebagai sumber ilmu pengetahuan


Oh Putri Sang Hyang Brahma, Engkai dewi yang maha agung

Selalu ada bersama Brahma

Diberi gelar Saraswati yang indah

Mengatur semua mahluk


Oh Sang hyang Saraswati, Engkau mengubah segala ilmu tattwa

Weda dan Sastra, Purana-purana, serta ilmu Tantra

Yang menjiwai dan berkuasa sepanjang jaman

Engkaulah penciptanya


Oh Sang Hyang Saraswati, atas anugrahMu semoga doa kami menjadi bertuah,

Mendatangkan segala kebaikan untuk seluruh dunia

Semoga bathin yang cemar dan kotor menjadi musnah

Semoga damai dan bersatu bhatin kami kepadaMu


Oh Sang Hyang Saraswati, berkenan kiranya Engkau menganugrahi perasaan bathin yang indah, semoga yang menimbulkan penyakit menjadi musnah, berkenan kiranya engkau menganugrahi kami serba sejahtera, sehingga tugas karya kami terselesaikan


Oh Sang Hyang Saraswati, demikian puja kami kepadaMu, dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Sadyajata, Sang Hyang Bhamadewa, Sang Hyang Tat purusha, Sang Hyang Aghora, serta dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Içyana dengan pancaran warna putih, merah, kuning, hitam, serta serba warna

Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, semoga Engkau senantiasa memberikan kekuatan, keselamatan, semoga semuanya tiada halangan. Oh Sang Hyang Saraswati hamba memuja-MU.


#SEMOGATERCERAHKAN


OM TATHASTU SWAHA.