Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend

Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend +62-81-2939-12345

Mr. Sastra Alphard

Mr. Sastra Alphard
Trustworthy Friend +62-81-2939-12345

Saturday, December 19, 2020

SASTRA Bali Luxury Spa Cakra Slimming Massage Therapist

 

Melalui ruang ini, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk menyelam kedalam #indahnya dan luasnya #pikiran manusia.

Dengan memahami #psikologi manusia, saya berharap agar kita semua juga bisa lebih memahami diri kita sendiri secara lebih #komprehensif.

Dengan memahami psikologi manusia, saya berharap agar kita juga lebih mampu untuk lebih baik lagi dalam memahami orang lain.

Saat inisiasi kebahagiaan dalam psikologis setiap makhluk hidup dilakukan, maka diperoleh perasaan yang damai disetiap Desa (Tempat), Kala (Waktu) dan Patra (Ruang).

Kebahagiaan dalam Kedamaian tersebut secara otomatis alamiah akan memberikan #Kesejahteraan dan #Kekayaan yang #Abadi secara #Syncron dan Simultan (berkelanjutan dan bertumbuh kembang) dibawa oleh #Jiwa (#RohSuci) sampai pada tingkatan Alam Semesta Tertinggi.

Tidak ada yang mustahil kecuali kehendak pikiran kita yang mengatakan demikian.

Om Shanti
Gede Sastra

Messenger https://m.me/IGP.Sastrawan

WhatsApp
https://wa.me/6281293912345

Matur suksma ❤️🙏☕




Thursday, December 17, 2020

Layanan PCR dan Rapid Test Antigen Angkasa Pura I Indonesia

 Sekilas Info. menyampaikan update dari Angkasa Pura I terkait penyediaan layanan PCR test dan rapid test antigen di beberapa bandara. Informasi selengkapnya terdapat pada siaran pers di bawah ini. Semoga berkenan dan bermanfaat. Terima kasih 🙏🏻😊


*SIARAN PERS*

*PT Angkasa Pura I (Persero)*

*Nomor 116/SP.H/XII/2020*


*Dukung Perjalanan Udara Sehat, Angkasa Pura I Sediakan Layanan _PCR Test_ dan _Rapid Test Antigen_ di Beberapa Bandara*


_Layanan rapid test antigen di 7 bandara tersedia mulai Jumat 18 Desember 2020_


Jakarta, 17 Desember 2020 - PT Angkasa Pura I (Persero) menyediakan layanan _PCR test_ dan _rapid test_ antigen di beberapa bandaranya untuk mendukung penerbangan sehat pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021. 


"Angkasa Pura I berupaya untuk mendukung penerapan penerbangan sehat dan protokol kesehatan yang ketat pada masa libur akhir tahun dengan menyediakan layanan _PCR test_ dan _rapid test_ antigen di beberapa bandaranya di mana _rapid test_ antigen menjadi syarat untuk melakukan penerjalanan udara ke berbagai tempat. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah dan mendukung calon penumpang pesawat udara untuk menerapkan penerbangan yang sehat dan aman," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. 


Terdapat 2 bandara Angkasa Pura I yang memiliki layanan PCR test yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Untuk biaya PCR test di Bandara Makassar seharga Rp900.000,- yang hasil tesnya dapat diperoleh maksimal 48 jam.


Sedangkan layanan _rapid test_ antigen terdapat di 7 bandara yaitu:

1. Bandara I Gusti Ngurah Bali dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam. Layanan rapid test antigen di bandara ini buka sejak pukul 07.00 - 22.00 WITA.

2. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam. 

3. Bandara Internasional Yogyakarta dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

4. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan biaya sebesar Rp175.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

5. Bandara Juanda Surabaya dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

6. Bandara Adi Soemarmo Solo dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.

7. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dengan biaya sebesar Rp170.000,- dan hasil yang dapat diketahui dalam 1 jam.


Layanan _rapid test_ antigen sudah tersedia di 7 bandara mulai besok, Jumat 18 Desember 2020. Sebagai informasi, sejak Juli 2020 Angkasa Pura I telah menyediakan layanan rapid test antibodi di 11 bandara, di mana biaya rapid test antibodi di 8 bandara sebesar Rp85.000,- 


Angkasa Pura I senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi pelayanan tes Covid-19 di tiap bandara ini. Para petugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung. Selain itu area layanan tes Covid-19 juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.


* * *


Jakarta, 17 Desember 2020

Vice President Corporate Secretary




HANDY HERYUDHITIAWAN

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Contact Person: Gede Eka Sandi Asmadi

(Corporate Communication Senior Manager)

HP: 08123928483 - e-mail: gede.asmadi@ap1.co.id



*Tentang PT Angkasa Pura I (Persero)*


PT Angkasa Pura I (Persero) merupakan salah satu BUMN pengelola bandara di Indonesia. Angkasa Pura I mengelola 15 bandara, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Sentani Jayapura. Angkasa Pura I juga mempunyai lima anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail. Informasi tentang Angkasa Pura I dapat dilihat di www.ap1.co.id.


Facebook : www.facebook.com/angkasapura.airports

Twitter : @AP_airports

YouTube : www.youtube.com/angkasapuraairports

Instagram : @ap_airports

Call Center : 172



Wednesday, December 16, 2020

Yadnya (Yajna) Berarti Wishnu (Vishnu)

 YAJNA BERARTI KRISHNA /VISHNU


Dalam Bhagavad-gita dengan jelas disebutkan bahwa ada banyak jenis pelaksanaan yajna yang direkomendasikan dalam literatur Veda, tetapi sebenarnya semuanya dimaksudkan untuk memuaskan Tuhan Yang Maha Esa. Yajna berarti Vishnu. Dalam Bab Ketiga Bhagavad-gita dengan jelas disebutkan bahwa seseorang harus bekerja hanya untuk memuaskan Yajna, atau Vishnu. 


yajñārthāt karmaṇo ‘nyatra, loko 'yaḿ karma-bandhanaḥ tad-arthaḿ karma kaunteya, mukta-sańgaḥ samācara (BG 3.9


"Pekerjaan yang dilakukan sebagai korban suci untuk Vishnu harus dilakukan. Kalau tidak, pekerjaan mengakibatkan ikatan di dunia material ini. Karena itu, lakukanlah tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan guna memuaskan Beliau, wahai putera Kuntī. Dengan cara demikian, engkau akan selalu tetap bebas dari ikatan"


Bentuk peradaban manusia yang sempurna, yang dikenal sebagai varnasrama-dharma, secara khusus dimaksudkan untuk memuaskan Vishnu. Oleh karena itu, Krishna bersabda dalam BG 5.29: 


bhoktāraḿ yajña-tapasāḿ, sarva-loka-maheśvaram suhṛdaḿ sarva-bhūtānāḿ, jñātvā māḿ śāntim ṛcchati


"Orang yang sadar kepada-Ku sepenuhnya, karena ia mengenal Aku

sebagai Penerima utama segala korban suci (yajna) dan pertapaan, Tuhan Yang Maha Esa penguasa semua planet dan dewa, dan penolong yang mengharapkan kesejahteraan semua mahkluk hidup, akan mencapai kedamaian dari penderitaan kesengsaraan material."


Namun, orang yang kurang cerdas, tanpa mengetahui fakta ini, menyembah dewa untuk keuntungan sementara. Oleh karena itu, mereka jatuh pada keberadaan material dan tidak mencapai tujuan hidup yang diinginkan. Namun, jika seseorang memiliki keinginan material untuk dipenuhi, dia lebih baik berdoa untuk itu kepada Tuhan Yang Maha Esa (meskipun itu bukan pengabdian murni), dan dengan demikian dia akan mencapai hasil yang diinginkan.




Sunday, December 13, 2020

Bali, nasibmu kini.

 Orang BALI Riwayatmu Kini


Bali dengan luas 5.632 km2 hanya menjadi sebuah pulau kecil diantara 17.778 pulau lainnya di Indonesia, yang secara geografis tidak begitu berarti. Meskipun digolongkan sebagai salah satu pulau terpadat dengan 4 juta jiwa, namun populasi orang Bali yang tinggal di Bali menurut konsensus penduduk hanya tersisa sekitar 60%-nya saja. Yang lebih ironi, dari total orang Bali yang tinggal di Bali saat ini, sudah 10% diantaranya meningalkan agama leluhurnya, HINDU.


Bali pada dasarnya adalah pulau miskin yang tidak memiliki kekayaan alam, kecuali hasil pertanian dan perikanan yang juga tidak terlalu besar.Dari segi politik, Bali juga tidak memiliki peran berarti di kancah nasional karena wakil rakyat Bali yang duduk di DPR/MPR hanya sekitar 5 orang dari total 1000 orang anggota. Dari segi pertahanan dan keamanan juga tidak mendukung. 


Sejak runtuhnya Majapahit, Bali diserang dan dihimpit dari arah Banyuwangi dan dari Lombok oleh kerajaan-kerajaan Islam waktu itu. Mungkin karena faktor datangnya Portugal dan Belanda, gempuran kerajaan Islam pada waktu itu melemah dan Belanda membuat undang-undang khusus untuk melesarikan budaya Bali yang memang sangat endemik, sehingga kaum misionaris tidak diijinkan mengkonversi agama orang-orang Bali.


Faktor pendukung yang menguatkan posisi Bali hanyalah kebudayaan dan alamnya yang sangat mempesona serta masyarakatnya yang sangat ramah dan terkenal jujur sehingga tidak salah kalau “dulu” pulau Bali dijuluki 

“The paradise island”,

“The island with thousand temple”, “God island”, “The morning of the world”

Dan lain sebagainya. Namun, masihkan Bali layak mendapat julukan seperti itu?


Bangunan-bangunan Pura nan megah kini disulap menjadi tempat pariwisata yang mengesampingkan “taksu”/roh dari Pura itu sendiri.Kehikmatan umat dalam bersembahyang harus dikesampingkan demi kepentingan para turis asing. 

Upacara keagamaan semakin marak dan semakin marak, tetapi kemana maknanya?


Ceramah dan propaganda agama semakin marak menyerang, tetapi sudahkah hal tersebut menghasilkan output yang positif bagi moralitas dan keajegan Bali jati mula?


Kafe remang-remang menjamur bak musim hujan, kriminalitas, narkoba, miras, kenakalan remaja, dan seks bebas sudah merambah ke desa-desa. 

Bahkan istilah ‘ngecharge HP ke kafe sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi sebagian pemuda Bali, yang berarti ‘mencari wanita penghibur di kafe-kafe'. 

Orang Bali perlahan tergerus dalam efek negatif pariwisata, mengalami kegamangan, kebingungan dan kehilangan pondasi dasar dalam menghadapi perubahan yang demikian cepatnya. Akankah “legenda manusia Bali” akan menjadi sejarah? Mengapa bisa menjadi seperti saat ini?


Dimana ada gula, disana pasti semut akan berkerumun. Demikian juga Bali, legenda sebagai pulau surga mampu menggaet jutaan pariwisata asing dan domestik setiap tahunnya, memancing gelombang pendatang yang memasuki pulau Bali, hingga sudah mencapai 40% dari seluruh penduduk. Parahnya, orang Bali ternyata tidak mampu bersaing dengan para pendatang itu. 


Meskipun SDM Bali berada di atas rata-rata, namun sering terbentur oleh adat dan lingkungan yang tidak memungkinkannya berkembang.

Orang Bali layaknya pembantu di rumah mereka sendiri. Bangga dijadikan tontonan yang tidak ubahnya seperti topeng monyet,dimana sebenarnya penikmat utama dari duit yang masuk ke Bali adalah investor yang inginnya “ajeng Bali“ atau “adep Bali“ semata.


Sikap feodal yang membawa orang Bali menjadi MANJA dan tidak mau BEKERJA KERAS juga merupakan hal utama dalam memukul mundur Bali itu sendiri. Semua sektor informal yang dipandang “rendah”,merupakan sektor yang paling mampu mengeruk kekayaan Bali dikuasai oleh pendatang. Sehingga tidaklah salah kalau orang mengejek orang Bali dengan mengatakan; “Orang Bali menjual tanah untuk membeli bakso dan pendatang menjual bakso untuk membeli tanah di Bali”.

 Ironi memang, tapi begitulah kenyataannya.


Sikap senang melihat saudara susah dan susah melihat saudara senang juga merupakan penyakit kronis yang sudah menghinggapi orang Bali. Tidak jarang sikap ini dilampiaskan melalui aji ugig, pengiwa, atau ilmu hitam lainnya.

 Jika ada seorang warga banjar yang nampak sukses dan karena kesibukannya tidak mampu secara rutin mengikuti kegiatan banjar, maka dengan mudahnya orang tersebut dipersalahkan, dipergunjingkan, bahkan tidak jarang “kutang banjar”.


Namun anehnya di balik iri dan dengkinya terhadap saudara sendiri, dia menerima pendatang dengan sangat welcome. Membangun tempat suci agama lain difasilitasi dengan baik karena alasan toleransi. 

Apakah toleransi hanya berlaku bagi pendatang dan tidak berlaku bagi warga lokal?


Institusi lokal yang seharusnya menaungi dan melindungi Bali juga tidak mampu berperan, bahkan kesannya cenderung menekan dan menghancurkan. Awig-awig desa adat sering kali menjadi self-destruction. Banyak masyarakat Bali yang harus keluar dari adat dan meninggalkan Hindu karena konflik dengan adat dan dengan upacara-upacara adatnya. 

Parisada yang seharusnya menjadi pengayom dan pembimbing umat sudah mandul. Berbagai macam kasus yang seharusnya ditindak secara proaktif tidak juga kunjung dilakukan. Kasus penghancuran Pura di Sanur oleh investor, pembuatan “pura tipuan” oleh para misionaris, penistaan simbol-simbol Hindu dan permasalahan sosial lainnya tidak mampu dipecahkan oleh Parisada. Tidakkah yang duduk di dalam Parisada adalah orang-orang intelek yang mampu menyetir Hindu dan Bali pada khususnya ke arah yang benar?


Berbagai program bertajuk “Ajeg Bali” sudah banyak dikumandangkan. Tetapi dalam kenyataannya, hal itu selayaknya sebuah wacana yang tidak lebih dari pada sebuah bahasa para dewa yang terkesan tidak aplikatif. Bahkan, tidak jarang moto Ajeg Bali berujung pada ajang bisnis semata.


Suatu kondisi seperti ini menghantarkan orang Bali kepada keinginan untuk berubah. Namun, perubahan kearah mana yang akan dituju? Setiap kondisi kesusahan dan penyakit selalu dikaitkan dengan hal-hal yang diluar nalar. 

Pergi ke orang pintar untuk “meluasan” dan melakukan upacara besar yang tidak diiringi oleh keiklasan dan sikap untuk memperbaiki tingkah pola diri sendiri pada akhirnya hanya membuat orang Bali tambah miskin,miskin harta, miskin rasa, dan miskin filsafat.


Beramai-ramai mencari trah dan kawitan dengan harapan masuk kedalam golongan Tri Wangsa juga merupakan tren yang sedang hangat saat ini. 

Bangga akan leluhur dan dapat menjadikannya sebagai modal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik adalah hal positif, tapi bagaimana jika kebanggaan tersebut membangkitkan egoisme sempit dan menghancurkan diri sendiri?


Dengan kehidupan yang di jejali upacara untuk menyupat Bhuana Agung yang nilainya tidak dapat dikatakan murah, tidak dibarengi dengan filsafat demi mengendalikan Bhuana Alit yang membuat manusia Bali semakin miskin moral. 

Tidaklah mengherankan jika orang-orang Bali yang sedikit lebih intelek berusaha lari mencari pencerahan. Yang beruntung mungkin menemukan warna yang berbeda dari Hindu yang ada di Bali, namun yang kurang beruntung akhirnya ’hijrah’ ke agama lain.


Bagaimana mengembalikan Jiwa Bali seperti sedia kala? Jati diri atau sifat khas orang Bali adalah sifat dasar, norma, kepercayaan, dan tuntunan hidup mendasar yang seharusnya melekat pada setiap orang Bali. Jangan lupa bahwasanya budaya Bali dibangun dengan spirit Hindu, jika spirit ini hilang, pulau Bali dan orang-orang Bali tidak ubahnya seperti perangkat yang tidak memiliki software yang tepat.


Pada abad ke-10, dibawah pemerintahan Raja Dharmawangsa Teguh, aliran-aliran yang berkembang di nusantara bersatu menjadi Agama Saiwa Sidhanta atau yang populer disebut “Pengider–ider” (Dewata Nawa Sanga), semua dewa dipuja menjadi satu kesatuan dalam Upacara, puja dan tata letak, yang dikenal sebagai Tiga Kerangka Agama Hindu yaitu, Tattwa, Susila dan Acara/Upakara, yang terwujud dalam ruang lingkup Panca Yadnya. 


Ajaran inilah yang berkembang menjadi Agama Hindu Bali dengan segala peraturan pelaksanaannya yang melahirkan Budaya Bali, yang juga membedakannya dengan corak dan wajah Hindu di India dan wilayah lainnya. Yang dimaksud Hindu Bali disini tentu adalah Hindu yang dilaksanakan dalam koridor Kebudayaan Bali, yang seluruh aktivitasnya berada di lingkup Desa Adat/Pekraman.Dengan demikian bagaimana cara mengembalikan kebudayaan Bali ke identitasnya yang sejati? 


Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat harus kembali pada kitab suci yang merupakan dasar yang paling mendasar dari seluruh kerangka dan pondasi budaya Bali, kembali menerapkan ajaran sastra dan tegas memberhangus tindakan dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan prinsip sastra. 


Pelaksanaan upacara dan seluruh ritual adat harus dikembalikan kedalam koridor ajaran sastra/tattwa.

 Para Brahmana tidak boleh melakukan upacara besar demi bisnis “banten” semata. Awig-awig adat juga harus selalu bersandar pada prinsip-prinsip tattwa/sastra, bukan ditunggangi oleh kepentingan sesaat yang sifatnya pribadi. 


Tempat-tempat suci dan juga pura keluarga tidak hanya dijadikan sebagai media upacara, tetapi dikembalikan ke fungsinya yang lebih luas, yaitu sebagai tempat bermasyarakat dan belajar filsafat sehingga antara upacara dan filsafat dapat berjalan dengan harmoni, sehingga dapat diimplementasikan secara menyeluruh kedalam semua sisi adat dan budaya di Bali.


Bali yang tanpa Hindu, Bali yang tanpa filsafat, tempat suci, masyarakat desa pakraman yang hilang keramahtamahannya, adalah Bali yang telah lenyap. 

Adalah kewajiban kita semua sebagai masyarakat Bali untuk mengembalikan Bali menjadi lebih baik.

Bukan hanya bisa bilang Bali akan menjadi besar,bali akan menjadi peradaban dunia tapi tanpa aksi nyata 

🙏🙏🌹🌹🙏🙏


Sumber: grup wa

foto hanya ilustrasi 

#repost2018

#cerminan

#luungnejemak

#jeleknekutang




Sing Main Main ! Covid-19 pandemic seasons. Jauhi Kerumunan

 *Breaking News*


Indonesia *berduk

Telah berpulang :


1. dr.Felicia Tanzil, SpKFR (Majalengk

2.Dr.Ananto Prasetya Had

(Ka Humas RSCM)

2.   Dr. Fuad Mahfuzd, Sp. THT

3.   Kol Ckm Dr. Sjahruddin, Sp. THT-KL 

4.   Dr.Oki Alfian bin H.Alamsyah

5.   Dr.Dharma Widya ( Direktur RSUD Aceh Timur )

6. Dr. Gatot Soeryo Koesumo, PFK, MM ( Direktur RS Aulia Jagakarsa) , Jakart

7. dr. Wahyuning Saraswati ( Bogor

8. dr Redy ( WaDir RSUD Banjar

9. Prof.dr Dadang Hawari SpKJ( K

10. Kol.CKM DR Is Priyadi (16.38) di RSPAD. Alumnus FK UNAIR 84


Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 10 Dokter karena COVID-1

Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia


Hati2!!

Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ; *ledakan yg sangat luar biasa*


*AGAR DIPERHATIKA

PAKAI MASKER, JAGA JARAK, JAUHI KERUMUNAN, SERING CUCI TANGAN, MAKAN MINUM YANG PANAS2, LEBIH BAIK DIRUMAH


Semoga kita semua tetap sehat walafiat. Ami


 Herry Wanadjaja: *Untuk diketahui saj

*Pemilik Al Azhar Klp Gading meninggal 10 hari lalu, 2 hari kemudian Direkturnya ikut meninggal, 1 hari berikutnya 2 anak satu mantu, 2 cucu di rawat di RS krn covid, tadi malam jam 22.30 istrinya meninggal krn covid.

*WARNING

*untuk diri sy sendiri maupun teman2 betapa bahayanya covid, satu keluarga bisa habis.

*Mari kita waspada, tetap ikuti protokol kesehatan dan berdoa utk keselamatan kita semua.

[1/12 08:02] Herry Wanadjaja: 🇮🇩🇮🇩🚩

*Hari ini semua RS dikota Bandung ruang rawat Covid penuh , pasien tertahan di UGD tdk tahu mau dirujuk kemana


Hari ini teman saya dokter di Majalaya meninggal karena covid. Menurut informasi bbrp dokter saat ini dirawat dlm keadaan kritis.


*Kota Bdg sdh merah total, hindari bepergian atau makan bersama karena berisiko tertular. Gejalanya sdh sangat bervariasi shng sukar dikenal


[11/27, 12:38 PM] artgus faizal: # 🔴😷🆘  *Hati2 !!! Bandung zone merah :  Nasihat di Rumah Sakit isolasi ( dapat diterapkan di rumah ) -obat yang diambil di Rumah Sakit 🏥 Isolasi


  1. Vitamin ©️ C-10

  2. Vitamin  E ( E 

  3. Dari pukul 10.00 🕙hingga 11.00 pagi, 🕚duduklah di bawah sinar matahari 🌞 selama 15-20 1️⃣5️⃣ - 2️⃣0️⃣ menit

  4. Makan telur 🍳🥚 sekali sehar

  5. Istirahat / tidur minimal 7-8 jam 🛌

  6. Setiap hari kita minum 1,5 liter air 

  7. Semua makanan harus dimakan panas ( tidak dingin ) 🥘🔥

 *" Ini semua yang kami lakukan di Rumah Sakit untuk memperkuat sistem kekebalan "*.


  *Perhatikan bahwa pH COVID-19 adalah dari 5,5 hingga 8,

 

*Oleh karena itu, yang harus kita lakukan untuk MEMBERANTAS VIRUS tersebut adalah MENGKONSUMSI MAKANAN yang LEBIH BASA dan LEBIH ASAM daripada virus corona😷 baru*


  *Misalnya*

  Pisan

  Kapur-9,9 p

  Kuning Lemon-8,2 p

  Buah susu-15,6 p

  * Bawang putih-13,2 p

  * Mangga-8,7 p

  * Orange Orange-8,5 p

  * Huang Li-12,7 p

  * Selada air-22,7 p

  * Orange-9.2 p


  *Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah terinfeksi virus corona baru 

 

1. Tenggorokan gata

2. Tenggorokan kerin

3. Batuk kerin

4. Suhu tubuh tingg

5. Sesak napa

 6. Kehilangan penciuman.  

 

*Sebelum virus menginfeksi paru-paru, air lemon hangat bisa menghilangkan virus*


  #🔴 *Guys; Jangan simpan informasi ini sendiri. Tolong bagikan kepada keluarga dan teman" Anda*.  🥰




 #. .siggl ?*HHHHHHHHHg :. 5*

 🥛i.)00*#i*  .*****a*n..N*.! .9..)))a ....ia) a*i ini sendiri. Tolong bagikan kepada keluarga dan teman" Anda*. 🥰 #

Tuesday, November 17, 2020

Segar Dewata Bali teruji Bakar Lemak !

 

Masa Pandemi Corona, berat badan juga harus dikendalikan. Tidak hanya berat badan yang turun, kesehatan pun meningkat dengan menjaga kebersihan racun yang diserap tubuh dalam proses kimia selama menjalani aktifitas bertahan hidup.

Teman-teman, silahkan dipesan #SegarDewata jamu teh organik / herbal organic detox drink.

Mr. Sastra +62-81-2939-12345

Jamu Segar Dewata teruji baik secara alamiah maupun klinis dalam mengembalikan metabolisme tubuh agar tetap semangat menyambut hari-hari.

Jantung sehat, Hati dibersihkan, Cara Kerja Alami Usus dalam perut dikembalikan seperti Saat Balita, Panjang umur, Pikiran tenang, Ide pun muncul dengan cemerlang mengais rejeki.

#SalamSehat 







Monday, November 9, 2020

Upgrade Your Speaking Skills

 

Your ability to read people on sight will affect how you deal with them. Thus, the more accurately you read them, the more effective your communication will be. So, if you want to read people, you need to pay attention to everything. From someone’s eye contact to their smile, from their head movements to their posture, down to their shoes.

More advice ?
https://wa.me/6281293912345

Messenger chat
https://m.me/IGP.Sastrawan

Available for a Tea Time or Coffee Time Consultancy🙏❤️

#baliboudoir #sastrawan_bali #epic #ilmukomunikasi #komunikasi #dealing #pitching #lobby #communication #verbal #howtotalk #letstalk


While reading people or their body language isn’t easy, if you can do it, it’s a great skill to have. Of course, everyone is different, so your interpretation of them may or may not always be accurate. But, if you want to know more about how to read anyone instantly, definitely talk to Sastra. 




Sunday, November 8, 2020

Jauhi Provokasi Berkedok Keyakinan Kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyanyang.

 Bhagawad Gita IX.25


यान्ति देवव्रता देवान्पितृन्यान्ति पितृव्रताः ।


भूतानि यान्ति भूतेज्या यान्ति मद्याजिनोऽपि माम् ॥


yānti devavratā devānpitṛnyānti pitṛvratāḥ,


bhūtāni yānti bhūtejyā yānti madyājino’pi mām.


BG 9.25


They who worship the gods go to the gods, to the (divinised) Ancestors go the Ancestor-worshippers, to elemental spirits go those who sacrifice to elemental spirits; but My worshippers come to Me (Aurobindo, 1995:52).


Bhagavadgita 9.25 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)


Sangksepanika ling mami, ikang amuja dewata, mulih mareng dewata, mulih mareng pitra tikang amuja ring pitra, mulih ring bhuta loka sang amuja ring Bhuta, kunang ikang amuje ryaku teke ryaku niyatanika.


 


Bhagavadgita IX.25 dalam bahasa Bali


Cutetipun rawos beline, punika sang ngastawa dewa, mantuk punika ring dewata, mantuk ngungsi ka pitra loka punika sang ngastawa ring pitra, mantuk kabhutaloka sang ngastawa ring bhuta, nanging punika sang ngastawa ring beli rawuh ring beli kasinahannya punika (Menaka, 1990:181).


Arti Sloka Bhagavad Gita 9.25


Para pemuja dewa akan pergi kepada para dewa, para pemuja leluhur akan menghadap leluhur, para pemuja roh alam akan bertemu dengan roh alam, tapi mereka yang memuja-KU akan datang kepada-KU (Radhakrishnan, 1971:248).


Arti Sloka BG IX.25 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:yanti, Artinya: pergi;deva vrata, Artinya: penyembah dewa;devan, Artinya: kepada para dewa;pitrn, Artinya: kepada para leluhur;pitr vratah, Artinya: para penyembah leluhur;bhutani, Artinya: kepada para hantu dan roh-roh halus (gaib);bhutejya, Artinya: para penyembah roh-roh halus dan hantu-hantu (gaib);mad, Artinya: milik-Ku;yajino, Artinya: para penyembah;pi, Artinya: tetapi;mam, Artinya: kepada-Ku.


 


Penjelasan Bhagawad Gita 9.25


Dijelaskan dan ditegaskan sekali lagi oleh Sang Kresna secara bebas dan amat demokratis tujuan pemujaan para pemuja yang bebas memuja. Silahkan dengan demikian menentukan pilihan, karena Yang Maha Esa sudah jelas sabda-sabdaNya.


Kalau seseorang ingin pergi ke bulan, matahari, atau planet lain, ia dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengikuti prinsip-prinsip Veda tertentu yang dianjurkan untuk mencapai tujuan tertentu itu. Dalam sloka ini dijelaskan oleh Sang Kresna bahwasanya ada tiga macam kekeliruan yang umumnya dilakuakn oleh seorang yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Brahman (ini adalah karakteristik diseluruh dunia), yaitu


pemujaan terhadap dewa-dewa saja,pemujaan terhadap leluhur (nenek-moyang) yang telah meninggal dunia saja,tiga pemujaan kepada jiwa atau roh suci ataupun sesuatu yang ada dalam alam ini saja.


Memang sebenarnya ketiga pemujaan tersebut diatas tidaklah salah, sebab setiap pemujaan (apapun bentuk dan tujuannya) akan mendatangkan pahala. Pemujaan berkualitas rendah akan menghantarkan pahala kualitas rendah pula. disamping itu, pemujaan berkualitas tinggi akan menghantarkan kita pada kualitas yang tinggi. Semua pemujaan yang sungguh-sungguh merupakan upaya mencari Tuhan (Brahman), karena semua ini adalah Brahman, semua ini adalah Purusa.


* Mereka yang memuja Dewa (ketika kita memuja Dewa), maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para dewata, serta akan mendapat anugrah perlindungan dari para Dewa. 


* Mereka yang memuja Leluhur, maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para leluhur, serta mendapat anugrah dan dikasihi oleh para leluhur. 


* Mereka yang memuja roh alam, maka kosentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada para roh alam, serta akan mendapat pahala keselamatan, kemakmuran dan kesuburan dari roh alam. 


* Mereka yang memuja Brahman / Ida Sanghyang Widhi Wasa, maka konsentrasi pikiran akan tertuju dan datang kepada Brahman, lalu akan mendapat anugrah dari Brahman.


Artinya bahwa pemujaan kepada Leluhur, Roh Alam, Bhatara, dan Dewa semuanya “BERPAHALA” dan mendapat “ANUGRAH”. Selanjutnya memuja Ida Sanghyang Widhi sebagai tujuan akhir yang utama yakni *mokshartam jagadhita ya ca iti dharma*. 


Namun, ada kelompok-kelompok yang berupaya mempropaganda, dengan mengatakan pemujaan ini salah dan itu yang benar, dipandang keliru sebab tidak mencapai tujuannya yang sesungguhnya dan yang tertinggi. Dengan perkataan lain, pemujaan yang terbatas (kepada dewa-dewa atau leluhur dan sesuatu gaib saja) menghasilkan anugerah terbatas pula. Mereka belum paham bahwa semua adalah wujud dari Tuhan. Karenanya, Sang Kresna memberikan kalimat sederhana sebagai nasehat kepada kita semua: Pujalah Brahman!


Aplikasinya, Umat Gamabali melaksanakan sloka ini dengan jalan kramaning sembah


I Sembah tanpa sarana :


Om àtmà tattwàtmà sùddha màm swàha


Artinya: Oh Hyang Widhi, atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah diri hamba...


Kramaning Sembah II dengan sekar putih :

Om Adityasyà param jyoti

rakta tejo namo’stute

sweta pankaja madhyastha

bhàskaràya namo’stute


Artinya:

Oh Hyang Widhi, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja-Mu. Hyang Surya yang berstana di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja-Mu yang menciptakan sinar matahari berkilauan.


Kramaning Sembah III dengan kewangen atau sekar kangkad :

Om nama dewa adhisthanàya

sarwa wyapi wai siwàya

padmàsana eka pratisthàya

ardhanareswaryai namo namah


Artinya: Oh Hyang Widhi, yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja.


Kramaning Sembah IV dengan kewangen atau sekar kangkad :


Om anugraha manoharam

dewa dattà nugrahaka

arcanam sarwà pùjanam

namah sarwà nugrahaka

Dewa-dewi mahàsiddhi

yajñanya nirmalàtmaka

laksmi siddhisca dirghàyuh

nirwighna sukha wrddisca


Artinya: Oh Hyang Widhi, pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan dari segala pujaan, hamba memuja-Mu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian dari para Dewa dan Dewi berwujud yadnya suci. kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.


Kramaning Sembah V tanpa sarana :


Om Dewa suksma paramà cintyàya nama swàha. Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om


Artinya: Oh Hyang Widhi, hamba memuja-Mu yang tidak terpikirkan. Semoga damai, damai, damai selalu...


Puja untuk Pura Paibon, Pura Kawitan dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om Brahmà Wisnu Iswara dewam

Tripurusa suddhàtmakam

Tridewa trimurti lokam

sarwa wighna winasanam


Artinya:

Oh Hyang Widhi, dalam wujud-Mu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana.


Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Desa dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om Isanah sarwa widyànàm

Iswarah sarwa bhùtànàm,

Brahmano' dhipatir brahmà

Sivostu sadàsiwa


Artinya :

Oh Hyang Widhi, Hyang Tunggal, Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku Siwa dan Sadasiwa.


Puja untuk Pura Kahyangan Tiga Pura Puseh dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad :


Om, Girimurti mahàwiryyam,

Mahàdewa pratistha linggam,

sarwadewa pranamyanam

Sarwa jagat pratisthanam


Artinya: Oh Hyang Widhi, disebut Girimurti Yang Maha Agung, dengan lingga yang jadi stana Mahadewa, semua dewa tunduk pada-Mu.


Puja untuk Dewi Saraswati dapat dilakukan pada Kramaning Sembah III dengan kewangen/sekar kangkad, silakan baca comment pertama.

*Catatan : Puja dapat dipilih satu sloka atau digabung dari beberapa sloka, kecuali sloka yang terakhir untuk penutup.


Om Saraswati namostubhyam

Warade kama rupini

Sidhir astu karaksami

Sidhir bhawantu sadham


Om Pranamya sarwa dewanca

Paramãtma nama wanca

Rupa sidhi karoksabet

Saraswati nama myaham


Om padma patram wimalaksmi

Padma kçara nandini

Nityam padma laya dewi

Tubhyam namah Saraswati


Om Brahma putri maha dewi

Brahmanye Brahma nandini

Saraswati sajňna yani

Praya naya Saraswati


Om kawyam wyakaranam tarkham

Weda çastram puranakam

Kalpa sidhini tantrani

Twam prasadat karoksabet


Om sulabha twam swara mantra

Irabheyam phalakam param

Sarwa kleça winaçanam

Santhi twam sanggatot manam


Om atheni rasa hasranam

Sarwa roga winaçanam

Twam mama sarwa sidhyantu

Sarwa karya prasidhyaye


Om Sang Saraswati sweta warna ya namah swaha

Om Bang Saraswati rakta warna ya namah swaha

Om Tang Saraswati pita warna ya namah swaha

Om Ang Saraswati kresna warna ya namah swaha

Om Ing Saraswati wiçwa warna ya namah swaha


Om sukham bhawantu, purnam bhawantu, çryam bhawantu

Om Sidhirastu tat astu astu swaha

Om Saraswati dipata ya namah


 Artinya :


Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pujaan kami

Yang berwajah cantik, indah benderang

Berkuasa mempengaruhi kami

Selalu berkuasa pada serba dunia


Oh Sang Hyang Saraswati, yang dihormati oleh semua dewa dewi

Karena engkau adalah brahman yang dimuliakan

Merupakan wujud yang kuasa

Kami muliakan Engkau dengan gelar Saraswati


Oh Sang Hyang Saraswati, Engkau suci bersih bagai daun bunga teratai

Berambut indah bagai sari bunga teratai

Selalu ada di sekitar padma

Patut dihormati sebagai sumber ilmu pengetahuan


Oh Putri Sang Hyang Brahma, Engkai dewi yang maha agung

Selalu ada bersama Brahma

Diberi gelar Saraswati yang indah

Mengatur semua mahluk


Oh Sang hyang Saraswati, Engkau mengubah segala ilmu tattwa

Weda dan Sastra, Purana-purana, serta ilmu Tantra

Yang menjiwai dan berkuasa sepanjang jaman

Engkaulah penciptanya


Oh Sang Hyang Saraswati, atas anugrahMu semoga doa kami menjadi bertuah,

Mendatangkan segala kebaikan untuk seluruh dunia

Semoga bathin yang cemar dan kotor menjadi musnah

Semoga damai dan bersatu bhatin kami kepadaMu


Oh Sang Hyang Saraswati, berkenan kiranya Engkau menganugrahi perasaan bathin yang indah, semoga yang menimbulkan penyakit menjadi musnah, berkenan kiranya engkau menganugrahi kami serba sejahtera, sehingga tugas karya kami terselesaikan


Oh Sang Hyang Saraswati, demikian puja kami kepadaMu, dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Sadyajata, Sang Hyang Bhamadewa, Sang Hyang Tat purusha, Sang Hyang Aghora, serta dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Içyana dengan pancaran warna putih, merah, kuning, hitam, serta serba warna

Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, semoga Engkau senantiasa memberikan kekuatan, keselamatan, semoga semuanya tiada halangan. Oh Sang Hyang Saraswati hamba memuja-MU.


#SEMOGATERCERAHKAN


OM TATHASTU SWAHA.




Sunday, June 7, 2020

Ternyata Berbeda, ALPHARD lebih panjang daripada VELLFIRE

  1. Alphard lebih panjang dari Vellfire

    Yang banyak tidak diketahui orang, meski menggunakan sasis yang sama, ternyata dimensi keduanya sedikit berbeda. Alphard mencatat panjang 4.945 mm, sedangkan Vellfire memiliki panjang 4.935 mm. Selebihnya sama, lebar keduanya mencapai 1.850 mm, tinggi 1.895 mm, dan wheelbase 3.000 mm. Dimensi tersebut diciptakan guna memastikan penghuni kabin merasa nyaman sepanjang perjalanan.

    Bagian kabin secara struktur tidak ada perbedaan pada kabin Vellfire dan Alphard. Perbedaan bisa dilihat dari aksen ornamen panel kayu. Vellfire menggunakan ornamen interior metal wood dengan dominasi interior dan jok warna hitam.

    Sementara Alphard memakai ornamen interior metal brown wood pada tipe G dan X, serta jok berkelir beige cerah. Pada Alphard 3.5 Q sebagai flagship dilengkapi brown olive ash brull woodgrain dan kelir jok hitam.


  1. Mesin

    Untuk urusan tenaga, Vellfire memiliki 1 opsi mesin berkode 2AR-FE dengan volume 2.494 cc 4 silinder Dual VVT-i yang digunakan pada tipe 2.5 G. Tenaga yang dihasilkan mencapai 180 PS pada 6.000 rpm dan torsi 23,9 kgm pada 4.100 rpm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi CVT. Mesin serupa juga dipakai oleh Alphard tipe 2.5 X dan 2.5 G.
    Sementara Alphard di Indonesia dilengkapi 2 opsi mesin lainnya. Yang pertama adalah dapur pacu HEV berkode 2AR-FXE berkapasitas 2.494 cc 4 silinder Dual VVT-i. Unit ini memiliki dua pasang motor listrik di roda depan dan belakang berlabel Electric – 4WD (E-Four).

    Mesin lain dipakai di model termewah 3.5 Q yakni unit berkode 2GR-FKS mengandalkan mesin 3.456 cc V6 Dual VVT-i yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 300 PS pada 6.200 rpm dam torsi 36,8 kgm pada 4.700 rpm. Tenaga disalurkan sepenuhnya ke roda depan via transmisi otomatis 8-speed.



@Sastrawan_Bali
Pemesanan, Sentuh Foto Sastra

 

Wednesday, March 25, 2020

Ditemukan Hasil Investigasi Wartawan Amerika. Asal Virus Corona Pheneumonia COVID-19

Kabar terbaru : Pasien No.nol sudah ditemukan sekarang,  ternyata dia adalah seorang tentara Amerika yang menghadiri Olimpiade Militer di Oktober lalu. Namanya adalah Maatje Benassi.

Maatje Benassi memiliki saudara, Matthew Benassi, yang bekerja di Fort Detrick, sebuah laboratorium senjata biokimia militer Amerika yg telah ditutup pada bulan Juli 2019. 
Dia berpartisipasi dalam Pertandingan Militer Wuhan Oktober lalu sebagai pengendara sepeda wanita, dan dia berkompetisi pada 21 Oktober.
Pada titik ini, Amerika Serikat adalah sumber bukti untuk pneumonia COVID-19. Rantai hubungan terjalin antar Pertandingan Militer Wuhan dan laboratorium biokimia yg ditutup di Amerika Serikat akhirnya memiliki hubungan yang substansial.

Bagaimana dia ditemukan?
Beberapa wartawan di Amerika Serikat telah berusaha menemukan sumber sebenarnya dari penularan COVID-19 ini. Akhirnya, mereka menemukan petugas wanita ini yang telah berpartisipasi dalam Pertandingan Militer Wuhan. Secara kebetulan, salah satu kerabatnya adalah Pasien Nol di Belanda.  (Juga dikatakan Italia, belum dipastikan).
  
Kita harus berterima kasih kepada para jurnalis Amerika ini karena akhirnya (walaupun tanpa sengaja) membantu China menemukan bukti kunci.
Berikut ini adalah video yang diunduh oleh netizen dari Twitter


Tepat ketika politisi Amerika dan media mengoperasikan mesin propaganda untuk mendiskreditkan Wuhan, Cina, adalah tempat kelahiran pneumonia Covid-19, bukti ini datang pada waktu yang tepat.

Sekarang kita telah menemukan bukti kunci bahwa Amerika Serikat adalah tempat kelahiran virus Corona ini. Sekarang Amerika Serikat tidak dapat menyangkalnya lagi. Tiongkok dapat mengambil inisiatif lebih banyak dalam perang opini publik. 
Tentara AS membawa  virus corona ke Wuhan. Wuhan adalah korban dan Cina adalah korban terbesar didunia ini. Menurut beberapa orang di Amerika Serikat, Cina dapat mengembalikan nama baiknya seperti semula.

Alam raya memberkati Tiongkok! Tidak ada yang bisa menghentikan perkembangan besar bangsa Tiongkok, dan semua upaya untuk menghentikan kebangkitan Tiongkok telah gagal.


Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345


Ultraviolet Tours Bali
Banjar Dinas Penganggahan, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan 82152 Bali
Indonesia

UltravioletTours@Yahoo.com
www.instagram.com/Sastrawan_Bali
www.ultraviolettours.blogspot.com

Powered by God.
   

Tuesday, March 24, 2020

Setelah Nyepi di Bali, Gubernur Koster himbau Semeton sasuntuk tetap di rumah aja.

#GubernurKoster himbau Semeton Bali untuk tetap berada di istana masing-masing saat #NgembakGeni alias Kamis, 26 Maret 2020.

Lebih jauh ditekankan upaya #pencegahan yang paling #efektif adalah dengan cara #membatasi aktivitas di luar rumah dan mengurangi #interaksi dengan orang lain.

Ini mungkin akan jadi #perjalanan panjang dan normal baru bagi kita semua. Belum lagi dampak #ekonomi setelahnya. #Solidaritas kita sesama rakyat #Indonesia, sesama #manusia, menjadi kunci #keselamatan kita semua. 

#againtscorona #socialdistancing #dirumahaja

🙈☕😷😇🙏🌹❤🤗
Perasaan... Gue #WFH alias Work From Home sejak 18 tahun yang lalu, ngak #Viral juga tuh?


Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345


Ultraviolet Tours Bali
Banjar Dinas Penganggahan, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan 82152 Bali
Indonesia

UltravioletTours@Yahoo.com
www.instagram.com/Sastrawan_Bali
www.ultraviolettours.blogspot.com

Powered by God.
   

Monday, March 23, 2020

Penyebaran Virus Corona di Pulau Bali Mengkhawatirkan.

KETERANGAN PERS

Pemerintah Provinsi Bali, melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra  menyampaikan perkembangan Penanggulangan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali

Poin pernyataan
Perkembangan Kasus sebagai berikut :

1. Sampai dengan saat ini kasus Pasien Dalam Perawatan berjumlah  102 orang termasuk 6 orang tambahan yang baru dilaporkan dan dirawat oleh petugas kesehatan di  Rumah Sakit  (1 orang WNA dan 5 orang WNI);

2. Dari 102 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 79 orang yaitu 73  orang negatif,   6 orang positif atau bertambah 3 kasus positif dari jumlah sebelumnya (2 orang telah meninggal, 4 orang masih dirawat).

3. Dari tiga kasus baru tersebut, 2 orang merupakan WNA (berstatus suami-istri) dan satu orang merupakan WNI asal Bali.

4. Dengan demikian, 2 orang WNI yang positif tersebut adalah WNI asal Bali. Ini juga berarti Covid-19 sudah ada di sekitar kita. Maka mari kita tingkatkan upaya-upaya pencegahan dan melindungi diri agar tidak terinfeksi.

5. Dari kasus positif baru tersebut, telah dilakukan contact tracking dan diambil sampelnya yakni 47 orang kontak dari 2 orang WNA suami-istri dan 22 orang kontak dari pasien WNI (total 69 orang). Sebagian besar sudah diambil SWAb-nya, sisanya masih dalam proses pengambilan sampel SWAB.

6. Adapun sampel yang belum keluar sebanyak 23 orang masih menunggu hasil lab.

7. Perkembangan hasil contact tracking tanggal 22 Maret 2020 sebanyak  217 orang dan tanggal 23 Maret 2020 sebanyak 290 orang (ada penambahan 73  orang).

Upaya-upaya yang dilakukan Satgas Penanggulangan Covid-19 pada hari ini :

1. Diputuskan mulai hari ini, Senin tanggal 23 Maret 2020 dilakukan karantina terutama bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari negara yang terinfeksi. Karantina bertempat di UPT-BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gedung BPSDM Provinsi Bali, Gedung PBSDM Provinsi Bali (eks BPLPP) serta Wisma Bima 1.

2. Proses karantina dilaksanakan kepada PMI dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

- PMI yang dalam kurun waktu 14 hari terakhir berkunjung ke negara-negara ( Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris) ataupun negara terjangkit lainnya wajib mengikuti semua protocol dengan melaksanakan pemeriksaan oleh  Kantor Kesehatan Pelabuhan serta  wajib mengisi dan menyerahkan kartu Health Alert Card (HAC).  HAC harus masih valid saat kedatangan.

- Masih ada proses wawancara lanjutan bagi pemegang HAC, terkait negara-negara lain yang dikunjungi. Dilanjutkan proses pemeriksaan. Jika tidak lolos sesi wawancara, atau ada gejala sakit, maka harus melalui proses karantina.

- PMI yang berasal dari negara terinfeksi yang masuk karantina, sedangkan diluar tersebut boleh pulang  dengan menunjukan sertifikat kesehatan dari negara asalnya dan wajib melakukan isolasi mandiri.

- Di desa tempat tinggal yang bersangkutan diawasi oleh Posko Covid-19 Tingkat Desa (Kades, Bendesa adat, Babinsa dan Babinkamtibmas).

- Bagi yang dikarantina, diantar oleh bus Trans Sarbagita menuju tempat karantina yang selama 14 hari masa karantina.

3. Jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang tercatat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 22 Maret 2020 berjumlah 521 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh KKP maka saat ini 27 orang PMI dikarantina di UPT-BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

4. Ditegaskan kembali, tidak semua PMI harus dikarantina karena sudah ada regulasi internasional yang harus diikuti. Harus dimengerti pula bahwa mereka sebelum pulang juga sudah dikarantina.

5. Pemerintah Provinsi Bali menambah jumlah rumah sakit rujukan yang awalnya 4 rumah sakit (RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Sanjiwani Gianyar, BRSU Tabanan Bali dan RSUD Kab. Buleleng) menjadi 7 rumah sakit rujukan sehingga total rumah sakit rujukan menjadi 11 unit yaitu RSUP Sanglah Denpasar, RSUD Sanjiwani Gianyar, BRSU Tabanan Bali, RSUD Kab. Buleleng, RSUD Wangaya, RSUD Bali Mandara Provinsi Bali, RSD Mangusada, RSU Universitas Udayana, RSU Negara, RSUD Klungkung, dan RS Pratama Giri Emas.

6. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali telah melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan orang banyak, salah satunya pengarakan ogoh-ogoh dalam rangka perayaan hari suci Nyepi Tahun Saka 1942. Untuk itu, akan dilaksanakan festival/parade ogoh-ogoh se-Bali yang akan diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke 62 Provinsi Bali.

Himbauan

1. Mohon pengertian, kesadaran dan kebersamaan dari seluruh masyarakat atau orang tua pekerja imigran ataupun pekerja imigran untuk mengikuti karantina dengan penuh disiplin. Kebijakan ini harus mengikuti regulasi dari tingkat nasional dan internasional. Ini semua dalam konteks untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak.

2. Keluarga pekerja imigran ataupun pekerja imigran agar menerima dengan iklas kebijakan dari Pemerintah Provinsi Bali.

3. Pemerintah Kabupaten/Kota dimohon dukungan, kerjasama dan kesatuan tindakan untuk melakukan upaya-upaya sebaik-baiknya untuk :

a. Mohon dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan karantina bagi pekerja imigran Indonesia asal Bali dengan jalan melakukan edukasi di tempat karantina bahwa karantina ini adalah kebutuhan kita bersama

b. Berharap pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pengawasan terhadap pekerja imigran yang baru saja pulang agar mereka melakukan isolasi diri sendiri secara disiplin.

4. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meyakini bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), segenap unsur TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya sedang bekerjasama, sedang bergotong royong melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Covid19.

5. Namun tetap waspada mengingat sudah ada WNI yang terinfeksi di Bali.

6. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak harus segera dikurangi dan mohon pengertian bersama.

7. Mari percaya kepada ajakan dan anjuran pemerintah untuk saling menjaga jarak satu sama lain. agar tidak ada penyebaran terhadap orang-orang di sekitar. Upaya ini butuh kesadaran, kepercayaan kita bersama karena ancaman ini sudah ada di depan mata kita.

8. Jangan lagi ada orang yang tidak percaya atau meboya bahwa Covid-19 ini tidak ada di Bali.

9. Pastikan diri kita, keluarga dan sahabat, tidak melakukan banyak aktivitas di luar rumah yang melibatkan banyak orang, dengan jarak yang dekat.

Tambahan wawancara
1. Informasi yang diberikan sudah semakin mengerucut. Dua pasien positif WNI adalah imported case, dimana yang satu baru pulang dari negara terjangkit dan satunya lagi dari Jakarta.  Dua-duanya sudah berada di Bali dan sudah melakukan kontak dengan orang sekitarnya. Kami langsung tracking kontaknya.

2. Sekali lagi ditegaskan, sesuai dengan protokol covid-19 kita tidak akan mengungkapkan secara detail mengenai lokasi pasien positift tersebut karena dampaknya akan besar. Yang terpenting saya tegaskan dua orang WNI ini adalah orang Bali dan saat ini berada di RS di Bali, dimana ini sudah cukup bagi masyarakat untuk waspada.

3. Semua sudah mendengar tentang social distancing, namun masih banyak yang melanggar. Informasi tentang dua orang WNI asal Bali yang positif ini seharusnya membuat masyarakat lebih waspada. Tidak boleh lagi ada yang memandang remeh. Jangan mengabaikan arahan pemerintah, jangan beraktivitas di luar rumah kecuali sangat amat penting.

4. Hasil tes ada anggapan hasilnya lama, namun hal tersebut merupakan prosedur karena pasien yang positif harus menjalani dua kali tes untuk meyakinkan dan mendapatkan data yang presisi.

5. Harus ditegaskan kembali, mereka yang dikarantina bukan berarti positif. Jika positif sudah langsung ke RS rujukan. Tempat karantina sudah dijaga dengan SOP-nya sendiri untuk mencegah interaksi dengan warga sekitar. Harus dipahami pula, Covid-19 tidak menular lewat udara.

6. APD yang diterima, langsung didistribusikan ke RS-RS rujukan dengan alokasi cadangan di Dinas Kesehatan.

Wednesday, March 18, 2020

Corona Effect Italia

Orang bandel yang anggap remeh soal social distancing sebaiknya baca ini sebelum datang bencana yang fatal buat Indonesia 👇

Hari ini Italia lockdown seluruh negara. Padahal pemerintahnya sudah sangat cepat mengambil keputusan, tapi karena rakyatnya 'bandel', situasi terus memburuk.

Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Apa yang bisa kita jadikan contoh agar tidak terulang di sini?

Rangkuman ini berasal dari tulisan orang Italia di reddit. Dipersingkat dan dilengkapi data agar lebih mudah dipahami.

TAHAP 1.
Kasus pertama diumumkan.
"Ah itu cuma flu, apa pentingnya pake masker? Orang-orang ini cuma lebay. Saya kan sehat, gak bakal ketularan. Gak perlu panik."

TAHAP 2
Jumlah positif corona mulai signifikan. 75 orang.
22 Februari beberapa kota kecil mulai dikarantina.

"Ah cuma beberapa yang kena. Yang matipun orang-orang tua saja yang emang udah punya penyakit. Hidup seperti biasa aja lah, pacaran, nongkrong bareng temen, jalan-jalan ke mal tetep lanjut."

TAHAP 3.
Jumlah kasus meningkat dengan cepat. Berlipat ganda dalam 1 hari. Kematian bertambah.

7 maret, 5.067 kasus positif, zona merah diberlakukan. Wilayah yang dikarantina hampir 25% dari luas italia. Sekolah dan universitas tutup. Tapi tempat kerja, bar dan resoran dll masih buka.

Lalu.. sekitar 10 ribu orang kabur dari zona merah sebelum resmi di berlakukan. Ini nanti akan memperburuk situasi.

Sementara itu 75% wiilayah lain masih menganggap enteng corona. Anjuran mencuci tangan ada dimana-mana. Tapi sekedar anjuran dan tak banyak yang melakukan.

TAHAP 4
Jumlah kasus sangat meningkat. Sekolah dan universitas ditutup di mana-mana setidaknya selama sebulan. Darurat nasional berlaku.

Rumah sakit menambah kapasitas, seluruh kamar dibersihkan untuk memberi ruang bagi pasien coronavirus. Tapi tidak ada cukup dokter dan perawat. Para pensiunan dan mahasiswa kedokteran tingkat akhir dipanggil. Bekerja sebisanya. Dokter dan perawat mulai terinfeksi, lalu menyebarkannya ke keluarga mereka.

Ada terlalu banyak kasus pneumonia, terlalu banyak pasien perlu ICU, tapi ruangannya sudah habis. Ventilator habis. 

Pada titik ini seperti kondisi dalam perang: dokter harus memilih siapa yang akan diobati berdasarkan peluang bertahan hidup. Itu berarti pasien lanjut usia dan punya penyakit bawaan seperti hipertensi/stroke tidak masuk prioritas. Orang-orang mati karena tidak ada ruang lagi.

Dokter menyerah, setiap hari harus membiarkan sampai 3 orang mati karena gak ada alat dan ruangan. Suster menangis karena cuma bisa memberikan oksigen pada mereka yang sekarat.

Chaos. Sistem layanan kesehatan runtuh

TAHAP 5.
Ingat 10 ribu orang idiot yang lari dari zona merah ke seluruh Italia? Iya..mereka menyebarkan corona ke 75% wilayah yang sebelumnya relative aman.

9 maret, 9.172 kasus. Seluruh negara red zone. Lockdown. Orang-orang hanya dapat pergi bekerja, berbelanja bahan makanan, pergi ke apotek. Semua bisnis masih dibuka karena jika tidak ekonomi akan runtuh, itu kebijakan pemerntah.

Mulai ada ketakutan. Orang-orang mulai memakai masker dan sarung tangan. Tapi tetap saja ada anak-anak muda  yang merasa jagoan. Pergi ke restoran rame-rame, hangout bareng, minum2 dsb.

TAHAP 6:

2 hari kemudian, pemerintah Italia berubah pikiran. Semua bisnis harus tutup: Bar, restoran, pusat perbelanjaan, semua jenis toko, dll. Kecuali supermarket dan apotek.

Penyebabnya karena dalam sehari yang positif bertambah 2.313 kasus. Total 12.423 penderita. 

Penduduk yang mau keluar rumah harus mendapat surat ijin. Didapatkan dari pos pemeriksaan polisi yang disebar di berbagai lingkungan. Yang melanggar kena denda 3,3jt. Pasien positif yang tidak mau mengkarantina diri bakal dituntut dengan pasal pembunuhan. Hukuman 1 sampai 12 tahun penjara.

-----

Dengan pemerintah yang mengambil kebijakan secepat itu dan setegas itu,  Italia tetap menjadi negara dengan fatality rate corona tertinggi di dunia. 7.3%. bandingkan dengan Cina yang cuma 3,4%.

Dan hari minggu kemaren (15/3)  Italia mencatatkan rekor jumlah kematian sebanyak 368 dalam satu hari. Jadi totalnya sudah ada 1.809 orang meninggal. Tertinggi kedua setelah Cina. 

Sebagai gambaran, luas Italia itu kurang lebih 2x Pulau Jawa

. Penduduknya 64 juta, sementara penduduk Jawa 150 juta. 

Di Italia 22 Februari jumlah positif corona 75 orang, 22 hari kemudian (15/3) jumlahnya jadi 24.747.

Di Indonesia 15/3 ada 117 positif corona. Entah berapa banyak jumlahnya 22 hari lagi kalau semua masih berjalan seperti ini. Pemerintah yang kurang cepat dan tegas, kita semua yang masih bandel dan menganggap remeh. Kita hanya bisa berharap yang terbaik, sambil mewaspadai yang terburuk.

Yuk, mulai dari diri sendiri. Jaga kebersihan lalu isolasi diri dan keluarga. Tidak keluar rumah kecuali sangat penting. Bahkan batasi mengunjungi keluarga yang sudah sepuh. Karena merekalah yang paling rentan dengan corona.

Tapi kan saya nggak kerja kantoran. Kalo nggak kerja nggak makan, nggak hidup? 

Tapi Pak, kalo terpapar corona juga bahaya buat hidup bapak dan keluarga. 

Ini saatnya memulai solidaritas. Yang mampu harus mulai membantu yang tidak mampu. Di Cina pemerintah menyediakan makanan untuk mereka yang mengisolasi diri. Semoga pemerintah kita mulai menyiapkan ini.

Ini adalah bentuk usaha dan doa kita.

Semoga badai corona ini segera berlalu.

Hanya kepadaMU kami berserah.

Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345


Ultraviolet Tours Bali
Banjar Dinas Penganggahan, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan 82152 Bali
Indonesia

UltravioletTours@Yahoo.com
www.instagram.com/Sastrawan_Bali
www.ultraviolettours.blogspot.com

Powered by God.